Strategi Memilih Gorden Medis di Puskesmas

Dalam pengelolaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), efisiensi anggaran dan kepatuhan terhadap standar mutu pelayanan adalah dua hal yang harus berjalan beriringan. Saat menghadapi proses akreditasi, setiap detail fasilitas akan diperiksa secara ketat, termasuk elemen pembatas ruangan atau gorden medis.

Banyak Puskesmas yang terjebak membeli gorden biasa demi menekan biaya di awal, namun berakhir boros karena biaya perawatan yang tinggi dan risiko tidak lolos audit akreditasi. Bagaimana strategi memilih gorden medis yang efisien namun tetap memenuhi regulasi? Berikut ulasannya.

Hubungan Gorden Medis dan Penilaian Akreditasi Puskesmas

gorden rs

Dalam instrumen akreditasi Puskesmas, khususnya pada Kriteria Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), kebersihan permukaan yang bersentuhan langsung dengan pasien dan petugas adalah poin krusial.

Gorden pembatas tempat tidur (bed curtain) adalah salah satu benda yang paling sering disentuh oleh tangan perawat, dokter, maupun pasien. Jika Puskesmas menggunakan gorden kain katun biasa, kain tersebut akan menyimpan bakteri dan virus dalam waktu lama. Menggunakan gorden medis bersertifikat bukan lagi sekadar pilihan estetika, melainkan pemenuhan standar hukum dan keselamatan kerja (K3 Fasilitas Kesehatan).