
Bahan gorden medis untuk di puskesmas memiliki peran penting dalam menunjang kualitas pelayanan kesehatan. Meskipun sering dianggap sebagai elemen pendukung yang sederhana, gorden medis sebenarnya berfungsi sebagai pembatas ruang, penjaga privasi pasien, sekaligus bagian dari upaya pencegahan infeksi. Oleh karena itu, pemilihan bahan gorden di puskesmas tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Berbeda dengan gorden rumah tangga, gorden medis dirancang khusus untuk lingkungan klinis. Bahan yang digunakan harus mudah dibersihkan, tidak menyerap cairan berlebihan, serta tahan terhadap penggunaan disinfektan. Salah satu bahan yang paling umum digunakan di puskesmas adalah polyester medis. Bahan ini dikenal kuat, awet, tidak mudah kusut, dan dapat dilapisi teknologi anti bakteri sehingga aman digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, polyester medis juga cepat kering setelah dicuci, sehingga mendukung efisiensi operasional puskesmas.
Selain polyester, bahan PVC atau vinyl medis juga sering digunakan, terutama di ruang tindakan atau IGD. Keunggulan utama bahan ini adalah sifatnya yang tahan air dan noda, sehingga sangat mudah dibersihkan hanya dengan lap basah atau cairan disinfektan. Namun, PVC cenderung lebih kaku dan kurang nyaman dibandingkan bahan kain, sehingga penggunaannya biasanya terbatas pada area tertentu saja.



