
Dalam mengelola fasilitas kesehatan seperti klinik dan puskesmas, kenyamanan dan aspek higienitas ruangan harus menjadi prioritas utama. Salah satu elemen interior yang memegang peranan penting dalam mewujudkan standar tersebut adalah tirai atau gorden medis. Namun, memilih tirai untuk kebutuhan medis tidak bisa disamakan dengan memilih gorden rumah biasa.
Ada regulasi ketat yang harus dipenuhi agar fasilitas kesehatan Anda lolos uji akreditasi dan aman bagi publik. Berikut adalah panduan cerdas dalam memilih gorden medis yang tepat untuk klinik maupun puskesmas Anda :
1. Prioritaskan Bahan Anti Bakteri dan Anti Darah
Fungsi utama gorden medis adalah menahan laju penyebaran mikroorganisme. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih bahan yang memiliki lapisan anti-bacterial. Untuk ruangan dengan risiko kontaminasi tinggi seperti IGD, ruang tindakan, dan ruang bersalin, sangat diwajibkan menggunakan bahan Full PVC. Bahan ini tidak memiliki pori-pori kain, sehingga 100% tahan air, anti darah, dan sangat mudah dibersihkan hanya dengan sekali usap menggunakan cairan disinfektan.
2. Perhatikan Regulasi Keamanan (Anti Api)
Selain masalah infeksi, aspek keselamatan dari bahaya kebakaran juga menjadi poin penting dalam akreditasi puskesmas dan klinik. Pilihlah gorden medis yang memiliki sifat flame retardant (anti api). Bahan jenis ini dirancang khusus agar tidak mudah menjalar jika terkena percikan api, sehingga memberikan waktu evakuasi yang lebih aman jika terjadi keadaan darurat.
3. Gunakan Pilihan Warna Standar Medis
Warna interior rumah sakit memiliki dampak psikologis bagi pasien. Untuk klinik dan puskesmas, disarankan memilih warna-warna yang menenangkan dan bersih seperti medical blue (biru medis), hijau daun (green hospital), atau krem. Hindari warna yang terlalu gelap atau terlalu mencolok agar ruangan tetap terkesan luas dan higienis.



